Kreatif! Warga Gorontalo Buat Pohon Natal dari Sabut Kelapa


Gorontalo - Berbagai cara dilakukan umat Kristen untuk menyambut Natal dan Tahun Baru 2018. Di Kabupaten Pohuwatu, Gorontalo, warga membuat pohon natal dari sabut kelapa setinggi 5 meter.

Pohuwatu merupakan salah satu kabupaten yang memiliki lahan luas pertanian pohon kepala di Provinsi Gorontalo. Tak disia-siakan oleh Jemaat GPDI Mawar Saron Marisa, mereka membuat pohon natal setinggi 5 meter dari sabut kelapa yang dikerjakan selama lima hari.

"Bahan seratus persen limbah sabut kelapa. Belum pernah dibuat di mana pun. Mengingat Gorontalo banyak pohon kelapa dan sabutnya dibuang. Maka salah satu cara untuk meningkatkan penggunaan sabut kelapa ya dibuat pahon natal ini," ucap salah satu tim penggagas pohon Natal, AKBP Mosyan Nimitch, Jumat (8/12/2017).

Dipilihnya pohon natal tersebut dari sabut kelapa karena murah juga agar umat Kristiani Indonesia tidak lagi bergantung dengan pohon Natal impor seperti dari China. Untuk membuat pohon natal ini, jemaat GPDI Mawar Saron Marisa, yang berada di Jalan Pelabuhan Kelurahan Pohuwato Timur, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, itu menghabiskan biaya sekitar Rp 2 juta.

"Biaya yang paling besar adalah membeli besi dan kawat sebagai kerangka pohon natal. Sementara, untuk sabut dan kelapa, serta membuat pohon natal berasal dari warga dan jemaat GPDI Mawar Saron Marisa," ucap Mosyan yang juga Wadir Binmas di Polda Gorontalo.

Dia juga menjelaskan, pohon natal ini sudah digunakan pada saat perayaan natal GPDI Mawar Saron Marisa, di Gedung Pertemuan Unisan Pohuwato, Rabu (6/12/2017), mulai dari pukul 19.00 hingga pukul 23.00

"Kamis siang kemarin posisi pohon natal tersebut sudah kita pindahkan dari gedung pertemuan Unisan Pohuwato ke Gedung Gereja GPDI Mawar Saron Marisa," tutur Mosyan.

Pohon Natal Kreatif Dari Sabut Kelapa Gorontalo

Dia juga berharap, dengan hadirnya pohon natal dari sabut kelapa yang pertama kali ada di Indonesia, akan membuat nama Gorontalo terkenal sebagai daerah yang mempunyai pohon Natal terunik berasal dari sabut kelapa.

"Ke depan akan dipatenkan, dan bila ada yang ingin memesan pohon Natal ini, pihaknya akan berusaha membuat pohon tersebut," tutup Mosyan.

(Ajis Halid - detikNews)


0 Comments

Post a Comment