Hoax Pertanian dan Pertanian Untuk Menurunkan Angka Kemiskinan di Gorontalo

Di tahun politik seperti ini hoax seperti menjadi makanan warganet setiap hari. Berita-berita yang tak bisa dipertanggungjawabkan, beredar dengan bebas di semua platform media sosial. Agar tidak termakan hoax tentu perlunya pendidikan untuk semua warganet dan media, setidaknya untuk bisa melakukan crosscheck untuk setiap informasi yang diterima.

Kekeliruan informasi ini bisa juga terjadi karena kurangnya akses warganet untuk mendapatkan informasi valid dan yang dapat dipertanggunjawabkan. Ini mungkin yang menjadi dasar hadirnya Forum Merdeka Barat 9 (FMB9), forum dimana kita bisa langsung mendapatkan informasi akurat, data valid langsung dari institusi terkait. 

Forum Merdeka Barat 9 menjadi wadah untuk merespon isu-isu yang berkembang di masyarakat, dan juga untuk mengurai krisis informasi publik dari pemimpin institusinya langsung. 



Rabu kemarin saya berkesempatan menghadiri Forum Merdeka Barat 9 dengan narasumber Menteri Pertanian, bapak Andi Amran Sulaiman dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, bapak Muhadjir Effendy. Sayangnya hari itu yang hadir hanya bapak Andi Amran Sulaiman. Tapi tak mengapa karena justru akan lebih menarik, belum lagi dipilihnya Provinsi Gorontalo sebagai pembuka FMB9 di awal tahun 2019.

Kenapa menarik? karena sektor pertanian menjaadi sektor yang diunggulkan sejak 18 tahun lalu sejak di resmikan sebagai provinsi. Selain ingin tahu perkembangan Gorontalo dalam pertanian, saya juga tertarik dengan seberapa besar sih perhatian pemerintah pusat pada daerah kecil ini yang bahkan masih tercatat sebagai salah satu provinsi termiskin di Indonesia.

Sumber: @FMB9ID_


FMIB9 dengan tema Pembangunan SDM dan Sektor Pertanian di Gorontalo pagi itu dimoderatori oleh guru besar Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo, bapak Prof. Dr. Ir. Mahludin Baruadi. Dibuka pak Menteri Pertanian sebagai narasumber pertama, beliau memaparkan kinerja Kementan selama 4 tahun terakhir.

Pak menteri sempat membahas isu yang baru-baru ini heboh soal hasil panen buah naga yang dibuang petani ke sungai. Sempat viral dan heboh, tim kementerian pertanian langsung mengecek ke lapangan, ternyata buah naga yang dibuang adalah buah naga yang memang sudah tidak layak dijual ataupun dikonsumsi. Akibat berita itu masyarakat muncul kekhawatiran di masyarakat. Tapi untungnya semua bisa langsung cepat ditanggapi sehingga tidak menjadi bola liar di masyarakat.

Di sektor pertanian tidak lepas dari pemberitaan-pemberitaan hoax, apalagi kalo ngomongin import. Pak menteri menyesalkan berita import yang hanya ribuan terus disorot, sementara eksport kita yang ratusan ribu tak pernah disorot sama sekali.

Gorontalo sendiri adalah salah satu provinsi yang sering melakukan eksport jagung ke negara tetangga kita Philipina, tidak dalam jumlah kecil tapi sudah ratusan ribu, dan tahun ini ditargetkan eksport jagung sebesar 150.000 Ton, setelah pada tahun 2018  Pemprov Gorontalo berhasil mengekspor jagung hingga 113 ribu ton dari total ekspor jagung nasional 360 ribu ton.

 Hal ini tentu berpengaruh dalam menurunkan angka kemiskinan di Provinsi Gorontalo, berdasarkan survei pada September 2018, BPS Gorontalo melansir adanya penurunan angka kemiskinan hingga 0,98 poin, yakni menjadi 15,83 persen atau 188,30 ribu jiwa. Padahal pada Maret 2018, angka kemiskinan masih tercatat di 16.81 persen atau sebanyak 198,51 ribu jiwa.

Secara nasional, nilai ekspor pertanian kita juga tumbuh 2 tahun terakhir ini hingga mencapai nilai Rp499,3 Triliun. Tidak heran sektor pertanian menjadi penyumbang Pendapatan Domestik Bruto (PDB) nomor 2 di Indonesia.

Nilai investasi kita di bidang pertanian selama 4 tahun terakhir juga tumbuh sebesar 110,2% dengan nilai Rp61,6 Triliun.  Tidak heran pemerintah merancang grand desain Indonesia pada tahun 2045 akan jadi lumbung pangan dunia. 

Kegiatan Menteri Pertanian hari itu di Gorontalo tidak hanya untuk menghadiri Forum Merdeka Barat 9 tapi juga akan langsung melepaskan ekspor tepung kelapa 8.160 ton dari Gorontalo ke China, Taiwan, Hamburg (Jerman), Rotherdam (Belanda) dengan nilai ekspor mencapai 8,16 Juta dolar AS (sumber: Antara.com)



TOLAK GRAB DI GORONTALO KALO......


Tolak Taksi Online Grab Uber Gojek

Kalo ngoni tida mau Gorontalo mo maju, tolak kasana jo itu Grab. Samua yang online-online tolak kasana....

Salah satu komentar netizen Gorontalo itu bisa benar, bisa juga tidak. Maksudnya, sesuatu yang serba online bukan acuan kemajuan suatu kota, tapi benar bahwa bisnis-bisnis digital seperti Grab, GOJEK, UBER adalah masa depan Indonesia. Ini bukan hanya sekadar khayalan, statistik pun menunjukan semakin masifnya ekonomi digital di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

Kementerian Komunikasi dan Informatika memproyeksikan, pada 2020, ekonomi digital Tanah Air bisa tumbuh mencapai 130 miliar dollar AS atau Rp 1.700 triliun. Angka proyeksi itu mencapai 20 persen dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia. (Ekonomi-Kompas)

Grab bukan aplikasi transportasi online pertama yang beroperasi di Gorontalo, sebelumnya kita mengenal aplikasi Antar-Antar untuk pemesanan transportasi bentor secara online, aplikasi G-Car yang juga mirip Grab. Dan keduanya adalah aplikasi buatan anak Gorontalo, karena kurangnya perhatian dan apresiasi akhirnya 2 perusahaan teknologi ini cukup kesulitan untuk bertahan, hingga kemudian muncullah Grab.

Setelah masuk ke puluhan kota di Indonesia akhirnya Grab mulai beroperasi di kota Gorontalo sejak 15 Februari. Di awal hanya ada sedikit riak-riak penolakan di sosmed tapi lebih banyak yang antusias dengan hadirnya Grab. Tapi perlahan riak-riak ini menjadi gelombang-gelombang kecil yang mulai menarik perhatian.

Belajar dari Keledai yag tak akan pernah jatuh di lubang yang sama, harusnya kita bisa belajar menghadapi konflik penolakan taksi online di daerah lain. Kita tidak boleh terjebak pada perdebatan soal online vs konvensional, kita tidak bisa menolak masa depan dan mengabaikan yang sudah ada. Yang harus kita lakukan adalah meninjau kembali apa keuntungan dan kekurangannya dan bagaimana mencegah konflik agar tidak sampai memakan korban.

Yang harus diketahui di awal adalah ketika Grab mulai beroperasi di Gorontalo, itu artinya mereka sudah mendapatkan izin dari pemerintah yang dalam hal ini pemerintah provinsi dan tentu sudah ada kajian dari pemerintah tentang hal ini. Ya kan?

Ada sedikit perbedaan antara Gorontalo dan kota lainnya, disini tidak ada angkutan umum seperti angkot atau taksi (konvensional), jadi harusnya konfliknya tidak akan terlalu besar bahkan mungkin tidak perlu ada. Bentor memang salah satu kendaraan umum di Gorontalo, tapi kalo dibandingkan dengan taksi online, keduanya punya pasar yang berbeda. Jadi tidak perlu diperdebatkan yang satu akan menggusur yang lain.

Jadi siapa sebenarnya pasar atau pengguna taksi online?, mereka orang yang perlu kendaraan yang nyaman untuk bepergian jauh dengan keluarga atau untuk bepergian ke bandara yang tidak mungkin naik bentor. Lalu siapa pengguna bentor? mereka adalah para pelajar yang menggunakan kendaraan untuk jarak dekat seperti ke sekolah atau kampus.

Jadi kekhawatiran bahwa taksi online akan menggusur kendaraan umum di Gorontalo adalah keliru. Kecuali di Gorontalo sudah ada angkutan kota atau taksi yang sudah beroperasi sebelumnya. Konflik kecil mungkin akan terjadi antara taksi online dan taksi bandara. Tapi hal ini bisa diantisipasi dengan kesepakatan antar keduanya.

Harus di pahami juga bahwa hadirnya transportasi baru di Gorontalo karena pemerintah daerah belumbisa menyediakan Transportasi massal untuk masyarakat. Dengan hadirnya Grab, warga Gorontalo setidaknya jadi punya pilihan transportasi dengan beberapa keunggulannya, seperti:

Kenyamanan & Palayanan
Taksi online memberikan kenyamanan & pelayanan yang baik, karena mobil yang digunakan para driver adalah mobil pribadi jadi penumpangnya pun serasa menaiki mobil pribadi.

Kepastian Harga
Lewat aplikasi kita sudah bisa mengetahui langsung ongkos perjalanannya dan bayarnya sesuai aplikasi tanpa ada lagi tawar-menawar, pengemudi pun tidak bisa seenaknya menaikan harga.

Selain keunggulannya tentu ada kekurangannya dan kekurangan ini bisa jadi alasan kenapa kita harus menolak Grab di Gorontalo! 

Keamanan
Taksi online memang memberikan kenyamanan tapi belum tentu memberikan kemanan, ada banyak kasus yang bisa kita temukan baik di dalam negeri ataupun luar negeri soal kekerasan baik fisik maupun verbal yang dilakukan para driver taksi online. Perekrutan driver harus dilakukan ketat, jika syaratnya hanya punya KTP, SIM, STNK saja tanpa mengetahui personal si driver, sama saja kita mengundang orang asing ke rumah kita.

Keamanan Data
Tidak hanya soal kemanan penumpang, keamanan data penumpang juga penting. Driver taksi online lewat aplikasi punya akses langsung ke nomor telepon pribadi penumpang, driver bahkan bisa tahu alamat rumah kita. Bagaimana jika ada driver yang punya niat "usil". Siapa yang akan menjamin keselamatan penumpang? Pihak Grab?

Costumer Service
Ketika penumpang memberikan keluhan atau melaporkan driver, semua laporan masuknya ke kantor pusat Grab di Jakarta. Jadi laporan penumpang tidak akan langsung di tindak lanjuti. Maka penting adanya costumer service di daerah yang bisa langsung menindak lanjuti keluhan atau laporan seperti ketinggalan barang dalam mobil.

Hal-hal itu memang kemungkinan-kemungkinan terburuknya, tapi penting untuk ditinjau oleh pengelola agar tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Intinya kita tidak bisa menolak hal-hal baru kalau ingin maju, mulai banyak perusahaan-perusahaan berbasis teknologi yang mulai melebarkan bisnisnya di Gorontalo. Hal ini tentu membuka lapangan kerja dan keuntungan ekonomi lainnya untuk daerah.

New technology is not good or evil in and of itself. It's all about how people choose to use it. - David Wong

Ini Ciri-ciri Pengguna Narkoba Menurut BNN, Ada Ngana pe Teman Yang Bagini?

Sejak tertangkapnya salah seorang istri pejabat daerah di Kota Gorontalo yang tercyduck sedang berpesta narkoba, nama daerah Gorontalo menjadi heboh, sayangnya bukan karena prestasinya tapi karena kasus narkoba.

Memantau linimasa twitter dan facebook sejak akhir tahun kemarin ada 2 hal yang menjadi perbicangan netizen, pertama soal larangan merayakan tahun baru, kedua tentang ibu pejabat yang pesta narkoba.

Untuk kasus kedua cukup viral, media-media nasional bahkan mengulasnya lebih mendalam. Belum lagi masalah narkoba menjadi perhatian khusus di era pemerintahan Presiden Jokowi.






Narkoba adalah musuh besar kita, siapapun bisa terjerat narkoba. Nah! bisa jadi teman, keluarga atau pacar kamu juga sudah terjerat narkoba! Kira-kira apa sajakah ciri-ciri pengguna narkoba? Kalo menurut Badan Narkotika Nasional, ada 53 Ciri Pengguna Narkoba.

  1. Jika diajak bicara jarang mau kontak mata
  2. Bicara pelo/cadel
  3. Jika keluar rumah sembunyi-sembunyi
  4. Keras kepala/susah dinasehati
  5. Sering menyalahkan orang lain untuk kesalahan yang dia buat
  6. Tidak konsisten dalam berbicara (mencla-mencle)
  7. Sering mengemukan alasan yang dibuat-buat
  8. Sering berbohong
  9. Sering mengancam, menantang atau sesuatu hal yang dapat menimbulkan kontak fisik atau perkelahian untuk mencapai keinginannya
  10. Berbicara kasar kepada orangtua atau anggota keluarganya
  11. Semakin jarang mengikuti kegiatan keluarga
  12. Berubah teman dan jarang mau mengenalkan teman-temannya
  13. Teman sebayanya makin lama tampak mempunyai pengaruh negatif
  14. Mulai melalaikan tanggung jawabnya
  15. Lebih sering dihukum atau dimarahi
  16. Bila dimarahi, makin menjadi-jadi dengan menunjukan sifat membangkang
  17. Tidak mau memedulikan peraturan di lingkungan keluarga
  18. Sering pulang lewat larut malam
  19. Sering pergi ke diskotek, mal atau pesta
  20. Menghabiskan uang tabungannya atau selalu kehabisan uang
  21. Barang-barang berharga miliknya atau milik keluarga yang dipinjam hilang dan sering tidak dilaporkan
  22. Sering merongrong keluarga untuk meminta uang dengan berbagai alasan
  23. Selalu meminta kebebasan yang lebih
  24. Waktunya di rumah banyak dihabiskan di kamar sendiri atau kamar mandi
  25. Jarang mau makan atau berkumpul bersama keluarga
  26. Sikapnya manipulatif
  27. Emosi tidak stabil atau naik turun
  28. Berani berbuat kekerasan atau kriminal
  29. Ada obat-obatan, kertas timah, bong (botol yang ada penghisapnya) maupun barang-barang aneh lainnya (aluminium foil, jarum suntik, gulungan uang/kertas, dll), bau-bauan yang tidak biasa (di kamar tidur atau kamar mandi)
  30. Sering makan permen karet atau permen mentol untuk menghilangkan bau mulut
  31. Sering memakai kacamata gelap dan atau topi untuk menutupi mata telernya
  32. Sering membawa obat tetes mata
  33. Omongannya basa-basi dan menghindari pembicaraan yang panjang
  34. Mudah berjanji, mudah pula mengingkari dengan berbagai alasan
  35. Teman-teman lamanya mulai menghindar
  36. Pupusnya norma atau nilai yang dulu dimiliki
  37. Siklus kehidupan menjadi terbalik (siang tidur, malam melek/keluyuran)
  38. Mempunyai banyak utang serta mengandalkan barang-barang atau menjual barang-barang
  39. Bersikap aneh atau kontradiktif (kadang banyak bicara, kadang pendiam sensitif)
  40. Paraniod (ketakutan, berbicara sendiri, merasa selalu ada yang mengejar
  41. Tidak mau diajak berpergian bersama yang lama (keluar kota, menginap)
  42. Sering tidak pulang berhari-hari
  43. Sering keluar rumah sebentar kemudian kembali ke rumah
  44. Tidak memperbaiki kebersihan/kerapihan diri sendiri (kamar berantakan, tidak mandi) 45. Menunjukan gejala-gejala ketagihan (demam, pegal-pegal, menguap, tidak bisa tidur berhari-hari, emosi labil)
  45. Sering meminta obat penghilang rasa sakit dengan alasan demam, pegal, lisu, atau obat tidur dengan alasan tidak bisa tidur
  46. Mudah tersinggung
  47. Berubah gaya pakaian dan musik yang disukai
  48. Meninggalkan hobi-hobi yang terdahulu
  49. Motivasi sekolah menurun (malas berangkat sekolah, mengerjakan PR, atau tugas sekolah)
  50. Di sekolah sering keluar kelas dan tidak kembali lagi
  51. Sering memakai jaket (untuk menutupi bekas suntikan, kedinginan, dll)
  52. Sering menunggak uang sekolah atau biaya-biaya lainnya



Kreatif! Warga Gorontalo Buat Pohon Natal dari Sabut Kelapa


Gorontalo - Berbagai cara dilakukan umat Kristen untuk menyambut Natal dan Tahun Baru 2018. Di Kabupaten Pohuwatu, Gorontalo, warga membuat pohon natal dari sabut kelapa setinggi 5 meter.

Pohuwatu merupakan salah satu kabupaten yang memiliki lahan luas pertanian pohon kepala di Provinsi Gorontalo. Tak disia-siakan oleh Jemaat GPDI Mawar Saron Marisa, mereka membuat pohon natal setinggi 5 meter dari sabut kelapa yang dikerjakan selama lima hari.

"Bahan seratus persen limbah sabut kelapa. Belum pernah dibuat di mana pun. Mengingat Gorontalo banyak pohon kelapa dan sabutnya dibuang. Maka salah satu cara untuk meningkatkan penggunaan sabut kelapa ya dibuat pahon natal ini," ucap salah satu tim penggagas pohon Natal, AKBP Mosyan Nimitch, Jumat (8/12/2017).

Dipilihnya pohon natal tersebut dari sabut kelapa karena murah juga agar umat Kristiani Indonesia tidak lagi bergantung dengan pohon Natal impor seperti dari China. Untuk membuat pohon natal ini, jemaat GPDI Mawar Saron Marisa, yang berada di Jalan Pelabuhan Kelurahan Pohuwato Timur, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, itu menghabiskan biaya sekitar Rp 2 juta.

"Biaya yang paling besar adalah membeli besi dan kawat sebagai kerangka pohon natal. Sementara, untuk sabut dan kelapa, serta membuat pohon natal berasal dari warga dan jemaat GPDI Mawar Saron Marisa," ucap Mosyan yang juga Wadir Binmas di Polda Gorontalo.

Dia juga menjelaskan, pohon natal ini sudah digunakan pada saat perayaan natal GPDI Mawar Saron Marisa, di Gedung Pertemuan Unisan Pohuwato, Rabu (6/12/2017), mulai dari pukul 19.00 hingga pukul 23.00

"Kamis siang kemarin posisi pohon natal tersebut sudah kita pindahkan dari gedung pertemuan Unisan Pohuwato ke Gedung Gereja GPDI Mawar Saron Marisa," tutur Mosyan.

Pohon Natal Kreatif Dari Sabut Kelapa Gorontalo

Dia juga berharap, dengan hadirnya pohon natal dari sabut kelapa yang pertama kali ada di Indonesia, akan membuat nama Gorontalo terkenal sebagai daerah yang mempunyai pohon Natal terunik berasal dari sabut kelapa.

"Ke depan akan dipatenkan, dan bila ada yang ingin memesan pohon Natal ini, pihaknya akan berusaha membuat pohon tersebut," tutup Mosyan.

(Ajis Halid - detikNews)


5 Tradisi Gorontalo Ini Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda, Apa Sajakah?

Sejak tahun 2013 Kantor Wakil Republik Indonesia untuk UNESCO PBB aktif mencatat warisan-warisan budaya tak tetap yang meliputi praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan yang sudah diwariskan dari generasi ke generasi. Dan hingga kini sudah ada 15 warisan budaya dari Gorontalo yang sudah tercatat dan tentu saja sudah diakui oleh UNESCO PBB.

Untuk tahun 2017, ada 5 tradisi Gorontalo yang sudah ditetapkan menjadi warisan budaya tak benda. Tradisi-tradisi ini sudah jarang kita lihat, apalagi di perkotaan. Padahal tradisi ini sudah dilakukan berpuluh-puluh tahun yang lalu atau mungkin ratusan tahun. Tapi di beberapa tempat tradisi ini tetap dijaga dan dilestarikan. Kamu tahu belum tradisi-tradisi ini?


Paiya Lohungo Lopoli
Sumber: matakameraku.wordpress.com


1. Paiya Lohungo Lopoli

Pa'iya lo hungo lo poli adalah satu ragam sastra lisan daerah yang berhubungan dengan pergaulan muda-mudi. Syair-syairnya mengandung percintaan tetapi bukan porno. Pa'iya lo hungo lo poli dibawakan oleh laki-laki dan perempuan mereka saling melempar rayuan satu sama lain dalam bahasa Gorontalo.

Pa'iya lo hungo lo poli berasal dari daerah Gorontalo yang terdiri dari kata "paiya" artinya melempar; "lo" kata sambung; "poli" sejenis pohon yang buahnya ringan. Buah poli yang ringan mengandung makna melempar kata dengan tidak saling menyakiti. Hal ini sesuai dengan filosofi hidup masyarakat Gorontalo yang menganut pola sopan santun dalam menyampaikan pendapat, nasehat bahkan kritikan.



2. Tuja'i

Tujai adalah ragam syair puisi adat berisi kata-kata sanjungan dan doa yang khusus diucapkan oleh pemangku adat / baate (ketua adat) dan wau (wakil baate), dengan syarat pemangku adat adalah mantan dari kepala desa / kelurahan. Tujai ini diucapkan pada upacara perkawinan, penobatan, penyambutan tamu dan kematian.

Adat penyambutan tamu merupakan salah satu adat yang masih dipelihara dan dilestarikan oleh masyarakat. Gorontalo yang dikenal dengan Molo'opu yaitu penjemputan secara adat baik tamu pemerintahan yang melakukan kunjungan ke daerah Gorontalo maupun penjemputan pejabat pemerintah seperti Gubernur, Bupati/Walikota, dan Camat dari rumah pribadi menuju rumah dinas (yiladia)

Tujai pertama kali dilaksanakan pada abad XVI sekitar tahun 1563 dalam perkawinan Sultan Amay dengan Putri Autango anak Raja Palasa dari Palu. Tokoh adat mempelajari adat tujai dari tokoh-tokoh adat yang lebih tua. Mereka mengatur peradatan sambil membacakan ragam upacara adat, memperlancar kegiatan, dan mentransformasikan ajaran.

wunungo
Sumber: limboto-city.blogspot.co.id

3. Wunungo

Wunungo artinya selingan merupakan nyanyian yang syair-syairnya berisikan tentang penghormatan, anjuran dan ucapan terima kasih yang biasanya dilakukan pada tadarusan Alqur'an. Wunungo juga dalam bahasa Gorontalo yaitu satu syair yang mengandung nasihat keagamaan khususnya agama Islam dan dilagukan serta dilafazkan bersama-sama atau berkelompok

Wunungo diperkirakan ada pada abad ke-18 setelah masyarakat sudah banyak mengenal dan membaca Alqur'an. Untuk memasyarakatkan Alqur'an para ulama menghimpun masyarakat bertadarus Alqur'an secara berkelompok dan membacanya secara bergiliran dan jika terjadi kesalahan dalam membaca Alqur'an maka untuk memberi kesempatan kepada pembaca memperbaiki bacaannya diselingi dengan wunungo


Tidi Lopolopalo
Sumber: thebridedept.com

4. Tidi Lopolopalo

Istilah Tidi lo Polopalo berasal dua kata dalam bahasa Gorontalo, yaitu tidi dan polopalo. Tidi diartikan sebagai tarian khusus keluarga istana, karena awal terciptanya tarian ini di lingkungan istana. Selanjutnya kata polopalo merupakan nama sebuah alat musik tradisional Gorontalo, yang terbuat dari sepotong bambu atau pelepah daun rumbia.

Tidi Lo Polopalo dikhususkan bagi kerabat istana, namun saat ini masyarakat biasa telah dibolehkan untuk melaksanakannya melalui persyaratan yang ada. Persyaratan tersebut dikenal dengan istilah mopodungga lo tonggu (membayar perizinan adat) yang harus dilakukan oleh penyelenggara Tidi lo Polopaloa.

Mopodungga lo Tonggu dilakukan dengan rangkaian adat pula, yaitu keluarga pengantin harus menyerahkan sejumlah uang (sesuai ketetapan adat yang berlaku) yang diletakkan pada malam berhias, kepada pemangku adat. Selanjutnya uang tersebut diserahkan ke Baitul Maal untuk disimpan sebagai uang kas mesjid atau lembaga peradatan.

5. Palebohu

Palebohu merupakan sebuah sastra lisan yang menggunakan bahasa Gorontalo dan sering dilafalkan pada hari pernikahan saat pengantin bersanding di pelaminan sebagai nasehat perkawinan dan pada saat penobatan pejabat. Biasanya palebohu ini dibawakan ketika pasangan sudah duduk bersanding di pelaminan didepan pengantin pria dan wanita pemangku adat melafalkan kata-kata dalam bahasa adat.

Dalam pelaksanaannya palebohu dibawakan oleh para pemangku adat atau bisa saja para imam yang ada di wilayah tersebut. Pengharapan dari palebohu ini tidak lain untuk memberikan nasehat kepada kedua mempelai agar kedepannya bisa membangun keluarga yang sakinah mawadah warahmah.

Pada sastra lisan palebohu ini memiliki nilai pendidikan yang mengandung nasehat serta ajaran. Sastra lisan ini begitu banyak manfaatnya untuk kehidupan berumah tangga. Sebab begitu banyak nilai-nilai kehidupan yang diulas serta di ungkap didalamnya. Bahkan sudah diuraikan pula ganjaran-ganjaran ketika kita lalai dalam berumah tangga, baik suami maupun istri, dari hal yang kecil sampai yang paling besar.

Selain 5 tradisi ini sebelumnya ada Tumbilotohe, Sulam Karawo, Tradisi Lisan Tanggomo, Langga dan Binte Biluhuta yang sudah tercatat sebagai warisan budaya tak benda. Hmm.. menurut kamu masih ada lagi gak tradisi Gorontalo yang harus tercatat sebagai warisan budaya?

Info Graphic Gorontalo




Akhir Aksi Narsistik Gadis Bone di Atas Air Terjun Lombongo



Liputan6.com - Gara-gara ingin melakukan aksi narsistik di objek wisata air terjun Lombongo, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Sri (19) malah terjatuh dari tebing setinggi 5 meter. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di bagian kepala setelah terbentur batu.

Awalnya, Sri yang datang ke lokasi wisata bersama beberapa temannya. Tiba-tiba ia memisahkan diri dan naik ke bagian atas air terjun setinggi 20 meter untuk mandi.

Dia sempat berteriak kegirangan saat berhasil naik ke tempat yang lebih tinggi. Namun, saat hendak turun, Sri terpeleset dan jatuh dari ketinggian 5 meter dengan kepala menghantam batuan air dan sempat tak sadarkan diri.

"Awalnya sudah sempat diingatkan berbahaya naik, tapi dia tidak peduli dan tetap memanjat tebing karena mencoba mandi di tempat yang lebih tinggi," ujar Enal, salah satu saksi mata, Selasa, 31 Oktober 2017.

Teman-teman Sri yang melihatnya terjatuh berteriak panik dan berupaya meminta pertolongan kepada sejumlah wartawan, yang kebetulan tengah meliput lokasi wisata tersebut. Proses evakuasi berjalan cukup sulit, karena batuan tebing yang cukup terjal dan licin. Adapun korban hanya bisa menangis menahan sakit saat berusaha untuk diturunkan.

"Tebingnya cukup berbahaya karena licin dan terjal, butuh lima orang untuk evakuasi, teman yang membantu bahkan juga hampir terpeleset. Korban sudah sadar meski tadi sempat pingsan pas jatuh," ujar Melki Gani, salah seorang wartawan, yang turut membantu evakuasi korban.

Melki berharap agar para pengunjung, terutama perempuan, bisa lebih berhati-hati jika ingin naik ke atas air terjun agar kejadian serupa tidak terulang. Usai berhasil dievakuasi, korban diberikan perawatan seadanya di bagian kepala oleh rekan-rekannya dan langsung dibawa meninggalkan lokasi wisata air terjun.

Sumber: http://regional.liputan6.com/read/3147930/akhir-aksi-narsistik-gadis-bone-di-atas-air-terjun-lombongo

Guru Perokok di Gorontalo Dimutasi ke Daerah Terpencil



Gubernur Gorontalo Rusli Habibie akan memberikan sanksi tegas kepada tenaga guru yang merokok di areal sekolah, untuk dimutasi ke wilayah terpencil di provinsi itu.

"Kalau ada guru yang merokok di sekolah tolong SMS atau Whatsapp ke saya di nomor 081313424131, dilengkapi dengan foto guru yang sementara merokok, saya akan berikan sanksi tegas," kata Gubernur.

Pernyataan pemberian sanksi tersebut disampaikan Gubernur saat meluncurkan program wirausaha sekolah di SMA Negeri 1 Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (28/10). "Saya tidak mau lihat ada guru yang merokok di kelas atau lingkungan sekolah, apalagi murid-muridnya," tegasnya.

Larangan merokok di sekolah ini bukannya tanpa alasan, selain faktor kesehatan, guru yang merokok akan berpengaruh buruk bagi perkembangan jiwa para siswa. Selain itu, Pemprov Gorontalo sejak tahun 2014 sudah intensif mengeluarkan larangan merokok di tempat umum, yang dikuatkan dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 10 tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

"Perda tersebut melarang merokok di sejumlah ruang publik di antaranya sekolah, rumah sakit dan terminal," ujarnya.

Gubernur juga memberikan ancaman kepada calon penerima bantuan sosial dari Pemprov Gorontalo, untuk tidak memberikan bantuan kepada mereka yang perokok. "Tolong kepala dinas terkait, untuk seleksi lagi calon penerima bantuan, untuk tidak memberikan kepada mereka yang masih mengkonsumsi rokok, apalagi minuman keras," ujarnya.

Karawo Gorontalo Tampil di Couture Fashion Week New York

Perancang busana  Agus Lahinta akan menyajikan kreasi terbarunya di Couture Fashion Week New York musim ke-26. Acara dimulai pada Minggu September 10, 2017 di Crowne Plaza Times Square Manhattan.

KARAWO adalah salah satu teknik bordir kuno asli Gorontalo. Agus Lahinta, pemilik butik @RumahKarawo berdedikasi untuk pelestarian, promosi dan penggunaan Karawo. Pada Couture Fashion Week musim ini @aguslah menampilkan "Touch of Karawo" untuk pria, koleksi etnik modern. (www.couturefashionweek.com)
.
Bangga!!! Karawo Gorontalo mendunia! 😄


Tidak Boleh Pakai Baju Perawat di Rumah Hantu. Ini Alternatif Kostum Yang Bisa Dipakai.


Rumah Hantu "Misteri Penghuni RS Suwawa" yang dibuka sejak 10 Agustus hingga 10 september nanti di Citimall Gorontalo mendapatkan protes dari organisasi PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Gorontalo karena kostum perawat yang dipakai para talent dianggap menimbulkan kesan negatif terhadap perawat.

Protes ke pihak Citimall Gorontalo


Dari pantauan admin ULI yang tiap hari nongkrong di pintu masuk mall sambil membawa kaleng, sejak dibukanya Rumah Hantu banyak yang mengantri untuk masuk menguji nyali atau sekedar berfoto dengan para hantunya. Setelah memantau netizen Gorontalo, ada banyak reaksi baik yang menolak atau mendukung aksi protes ini.

Menurut Ka Joko yang orang kampung bugis "Menurut watia, bo lebay poli ini, tida ada itu efek negatif-negatif. Kalo torang saki adebo mo bakudapa deng perawat, tida ada mo tako-tako. bo lebay".

Sementara itu menurut Ta Wati yang rumahnya dekat RS DUNDA "Jangan asal bahuabu ngana ka Joko"

Tapi kalau pun ini beneran dilarang, ada beberapa alternatif kostum yang bisa dipilih oleh pihak Citimall Gorontalo agar protes dan polemik ini tidak berlanjut.

1. Hantu Polisi


Polisi yang berpakaian hantu juga menyeramkan, nanti di dalam polisinya tidak hanya akan menakut-nakuti tapi juga memeriksa apakah pengunjung memakai helm dan surat-suratnya juga lengkap.

Tapi jangan ah, nanti Persatuan Polisi Gorontalo lagi yang protes karena dianggap memberikan efek pandangan negatif tentang polisi ke masyarakat, lagi pula ini temanya Misteri RS Suwawa. Kenapa pulak ada polisi.

2. Hantu Kerudungan


VALAAKKK!! ini juga serem sih, tapi jangan juga ah. Nanti di protes sama komunitas Kerudungers Gorontalo. Kalo mereka bikin aksi 11221121212 kan repot. 

3. Hantu Tuyul


Nah kalo ini pas, pasti gak ada yang protes kecuali dia temennya tuyul. Tapi ini lagi-lagi jadi rancu. Tuyul kan gak sekolah keperawatan, tau-tau udah kerja di RS Suwawa aja. Lagian dia sukanya curi uang bukan ngobatin orang sakit. Kalo ini yang protes masyarakat.

Kalo semuanya diprotes jadi sebenarnya kostum apa yang harus dipakai di Rumah Hantu Citimall Gorontalo? Menurut Netizen yang dimuliakan protes ini berlebihan atau berlebaran idul adha? #eh




8 Tipe Senior Waktu Ospek. Hati-hati Sama Tipe Nomor 5!



"BOTAKKKK MERUNDUKKKK...!!!"

Di pertengahan tahun antara Juli-September gini, kalo Ngana mulai lihat banyak anak-anak muda yang gundul di sekitaran kampus, itu artinya waktu ospek (orientasi pengenalan kampus) sudah tiba. Di Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sendiri ospek dilaksanakan selama 3 hari, dimulai dari tingkat universitas, fakultas, hingga jurusan. Ospek yang sedianya untuk mengenalkan dunia kampus pada mahasiswa baru ini sejak zaman batu hingga zaman smartphone konsepnya selalu sama, salah satunya karakter senior-seniornya pas ospek. Mungkin kamu udah ketemu atau salah satu tipe senior ini?

1. Senior Galak 
Senior tipe ini pasti ada tiap ospek di kampus manapun. Muka disangar-sangarin, sedikit-sedikit teriak, maba terlambat dimarahin, maba datang tepat waktu pun dimarahin. Senior tipe ini mungkin punya masalah pribadi di rumah atau sedang bermasalah sama pacarnya, atau bisa jadi dia sedang 'M'.

Sumber: bintang.com
Tapi biasanya setelah ospek senior tipe ini jadi baik, tujuannya sebenarnya sih pengen dikenal aja sama maba. Tapi tak jarang banyak maba yang kesel dan ngejauhin senior kayak gini.

2.Senior Malaikat 
Senior ini kebalikan dari tipe yang pertama, disaat senior-senior lain memasang wajah sangar, si senior ini biasa aja bahkan sering bantuin mahasiswa baru. Misal kalo ada yang sakit dia yang ngurusin, ada maba yang terlambat pun dia gak bakal marah. Senior kayak gini enaknya diajak pacaran sih. Ehm.

3. Senior Rupawan 

Biasanya ada nih 1-2 orang senior yang ganteng-cantik di kelompok senior. Senior ini enak banget dipandang, biasanya senyum mereka bikin hati malele. Kalo seniornya ganteng, para maba cewek paling suka deket-deket. Selesai ospek suka modusin nanya-nanya tugas, nanya-nanya dosen. Tapi kalau seniornya cantik, para maba cowok gak bakal berani deketin, karena biasanya udah punya pasangan. Kalaupun masih jomlo, pasti harus bersaing dengan senior-senior lainnya.

Sumber: Tribunnews.com


4. Senior Pura-pura Galak
Ada senior yang beneran galak tapi ada juga senior yang pura-pura galak. Nah senior yang pura-pura galak ini mukanya kayak malaikat tapi sok-sok jadi galak. Maba sebenarnya udah tahu dia baik, tapi pura-pura galak. Jadi kalo si senior ini marah-marah, maba gak takut. Heuheu..

5. Senior Modus
"Ini kita pe nomor, pokoknya sbantar jam 12 malam ngana harus ba telpon di nomor ini. Kalo tida ada, kita mo cari ngana besok, mo hukum!"

Senior tipe ini jadi panitia ospek tujuannya cuma satu, cari pacar. Mungkin saking kelamaan jomlo dan tak ada satupun temannya yang mau dengannya, maka dia mencari maba yang bisa didekati. Cara deketin khas buaya darat, yang kalo malam ngechat "Ada yang marah kalo ti kaka ba chat pa ade malam-malam bagini?"

6. Senior Alay
Senior ini biasanya yang paling rame, suka bikin ketawa maba dan teman-teman senior yang lain. Senior ini paling sering dikerjain. Tapi setelah ospek, maba banyak yang kenal sama dia dan temenan.


7. Senior Ketua Himpunan
Senior yang paling berwibawa... idola para maba karena keren.

8. Senior Mini
Senior ini kalo gak pake almamater paling disangka maba juga, soalnya badannya kecil dan mukanya imut-imut.

Kamu udah ketemu tipe-tipe senior ini gak? Saran aja sih, hati-hati sama tipe nomor 5, bisanya yang dimodusin bukan cuma satu, tapi ratusan.



3 Barang Yang Pasti Selalu Dibeli Ibu-ibu di Pasar Senggol



Menjelang Hari Raya Idul Fitri kesibukan di tiap rumah semakin menjadi mulai dari membersihkan rumah, menjemur kursi-kursi, mengganti gorden-gorden dengan yang baru. Belum lagi kesibukan untuk membuat kue hari raya. Walaupun sudah banyak yang menjualnya, tetap saja ada satu jenis kue yang dibuat di rumah.

Dari semua kesibukan ini Ibu-Ibu di Gorontalo akan tetap menyempatkan belanja ke pasar senggol. Kadang bukan untuk membeli baju baru untuk anak dan suaminya tapi barang-barang yang selalu jadi koleksi Ibu-ibu di rumah. Barang-barang ini adalah barang yang tidak cepat rusak tapi tiap tahun Ibu selalu menggantinya. Barang apa sajakah itu?



1. Taplak Meja
Taplak Meja adalah barang yang hampir selalu dibeli ibu-ibu saat belanja ke pasar senggol, seringnya yang bermotif batik untuk dipasang di meja teras depan. Taplak meja juga menjadi koleksi ibu-ibu, semacam kolektor taplak meja hanya dipakai setahun setelah itu disimpan dilemari dan diganti lagi dengan yang baru saat hari raya.

2. Vas Bunga
Ini adalah benda keramat kalau di rumah, jangan dimainin! Kalo mau pindahin barang ini harus hati-hati jangan sampai pecah. Kalau pecah, gagang sapu akan mendarat di betis kita. Reaksi Ibu-ibu sama lah seperti kalau tupperwarenya hilang.

3. Asbak
Walaupun ibu-ibu gak suka lihat orang ngerokok di rumah, tapi asbak tetap selalu saja disediakan sebagai tandem taplak meja karena bisa dibuat sebagai penahan taplak meja kalau ditiup angin. Kalau benda ini pecah ibu tidak akan semarah jika vas bunga yang pecah. Ibu akan marah jika puntung rokok bertebaran di lantai, kalau ini bukan gagang sapu yang melayang ke betis, tapi bapak bakal disuruh tidur diluar.

Kalo Ibu kamu suka beli barang-barang ini juga gak? atau ada yang lain? :D




Tipe-tipe Penonton Drama Korea di Gorontalo


Mangaku jo, pasti banya dari ngoni yang baca ini suka skali nonton drama korea. Apalagi cewe-cewe wuh… kalo hari libur bisa satu hari full dorang di kamar ba nonton, tida mandi lagi. Apalagi kalo ba nonton drama le Song Joong Ki. Sampe-sampe depe cowo pangge bajalan dorang tida mau. Ckckck.
Penonton-penonton drama Korea di Gorontalo ada banya depe tipe. Baca ini, sapa tau Ngana termasuk disini:
1. Macam Sutradara
Penonton drama korea yang ini dia pas lagi ba nonton dia sio bs tebak-tebak bagimana depe jalan cirita padahal blum abis ini ba nonton. “ohh depe cowo ini pasti mo jadian deng dia, co lia wa…pasti!”. Baru kalo so abis ba nonton kong depe cirita tida sama seperti yang dia bayangkan, mo marah-marah sandiri dia.

2. Pe tida sabaran skali
Dia nonton episode 1-3, dia lia dulu depe jalan cirita bagimana. Baru, pas maso episode 4 dia so langsung skip dia kase capat pelem. Biasanya, yang penonton bagini cuma tertarik deng adegan-adegan tertentu saja,misalkan adegan ti cowo deng ti cewe jadian atau kaweng. tapi kalo so parah, dia langsung nonton episode terakhir.

3. Penanti Oppa-oppa
Bukan opa-opa ti papa deng ti mama pe papa ini, tapi oppa-oppa aktor cowo. Ada yang ba nonton korea cuma mo ba lia te Soong Jong Ki atau te Le Min Hoo, dorang ini tida talalu fokus pa depe drama, yang penting ba lia depe idola. Ckckck 👿

4. Pasrah saja
Nah kalo penonton ini, dia mo ba nonton dari episode sampe akhir, sambil meresapi depe drama. Sampe-sampe torbawa perasaan pas ba nonton. Huuu ko’u ey. 😁
Nah kalo ngana, kira-kira maso tipe penonton korea yang mana? Atau masi ada lagi tipe yg lain? 🙂